"Apabila Rasulullah saw. berdiri untuk melakukan shalat. beliau mengangkat kedua tangannya sampai berhadapan dengan kedua bahunya, lalu takbir..." (HR. Imam Muslim)
"Apabila Rasulullah saw. berdiri untuk melakukan shalat, beliau takbir..." (HR. Imam Muslim)
Diriwayatkan dari Siti A'isyah r.a "Rasulullah saw. membuka shalatnya dengan takbir dan membaca al-hamdu lillahi rabbi al-alamin" (HR. Imam Muslim)
Rasulullah bersabda,"Kunci shalat adalah wudhu, pembukanya adalah takbir dan penutupnya adalah salam." (HR. At-Turmudzi)
Takbir adalah pembuka shalat, dengan takbir setiap orang haram unruk berbicara, makan, minum dan menegerjakan pekerjaan/ kegiatan lain selain pekerjaan shalat. Ucapan takbir Allahu Akbar harus diucapkan dalam bahasa Arab. Hal ini didasarkan pada hadis shahih "Lakukanlah shalat sebagaimana kalian melihat aku melakukannya." Tidak ada riwayat dari Nabi yang menyatakan bahwa Nabi pernah mengucapkannya dengan bahasa lain selain bahasa Arab.
Dalam shalat berjamaah seorang makmum wajib memulai bertakbir setelah imam melakukannya dengan sempurna (tidak boleh mendahului imam). Takbir adalah pembuka shalat baik bagi imam maupun makmum, jika makmum bertakbir bersamaan atau menyertai imam pada sebagian takbiratul ihram (bertakbir ketika imam belum selesai bertakbir) maka shalatnya tidak sah. Dalam hal ini batasannya adalah ketika imam selesai mengucapkan akbar. Seseorang boleh dikatakan sedang melakukan shalat jika telah melalui pembuka shalat (takbiratul ihram). Hal (hukum) ini hanya berlaku untuk takbiratul ihram, namun demikian makmum tidak boleh mendahului imam dengan sengaja dalam shalat berjamaah.
***
Bagaimanakah Nabi ber-takbiratul ihram?
Riwayat Abdullah bin Umar r.a. " Rasulullah mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua bahunya ketika memulai shalat. Demikian pula ketika bertakbir untuk rukuk dan bangkit dari rukuk, beliaumegangkat kedua tangannya itu seraya berucap Sami'a Allahu li man hamidahu rabbana wa laka al-hamdu"
Riwayat Ali r.a. "Jika Rasulullah saw. berdiri untuk melakukan shalat fardhu, beliau bertakbir terlebih dahulu dan mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua bahunya. Beliau pun melakkukan seperti itu setelah selesai membaca surah dan ketika akan melakukan rukuk. Beliau juga melakukannya ketika bangkit dari rukuk..."
"Beliau saw. mengangkat kedua tangannya itu bersamaan dengan takbiratul ihram.(imam Bukhari)
Jika Rasulullah mengangkat kedua kedua tangannya, beliau menyejajarkan dengan kedua bahunya dan tidak disunatkan untuk mengenakan kedua tangan itu ke daun telinga.
Para ulama sepakat bahwa mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram adalah sunat. tetapi mereka tidak sepakat mengenai hal itu ketika rukuk dan bangkit dari rukuk. Demikian pula jika hendak berdiri (bangun) dari tasyahud pertama dalam shalat dengan 3 atau 4 rakaat.
0 komentar:
Posting Komentar